
Tiga anggota Navy SEAL meninggalkan tugas mereka di Irak dan Afghanistan dengan penderitaan psikologis yang tak kunjung reda dan sulit diobati. Mereka mendapati diri mereka berada di garis depan yang berbeda: terapi psikedelik penyelamat jiwa yang membawa penyembuhan bagi komunitas yang sangat membutuhkan.